Tutup Iklan ini
Gambar
Olahraga

Batas Kota FC Luruskan Tuduhan Adanya Penambahan Pemain

551
×

Batas Kota FC Luruskan Tuduhan Adanya Penambahan Pemain

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SANANA – Tim Batas Kota FC secara resmi membantah tuduhan penambahan pemain yang dilayangkan Wai IPA FC dalam ajang perebutan Piala Bupati Cup III Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Hal ini disampaikan langsung Manajemen Tim Batas Kota FC Daryanto Sapsuha kepada Wartawan, Sabtu (13/12/2025).

Example 300x600

Dimana, yang dilakukan timnya bukan penambahan pemain tetapi pergantian pemain. Keputusan itu, menurutnya sah dan sesuai dengan regulasi turnamen.

“Technical meeting, panitia telah menetapkan aturan bahwa setiap tim hanya diperbolehkan mendaftarkan empat pemain bon. Batas Kota FC mematuhi aturan tersebut dengan mendaftarkan satu penjaga gawang dan tiga pemain lapangan,”katanya.

Daryanto menegaskan, pertandingan babak penyisihan melawan tim U-17, penjaga gawang bon pertama sempat diturunkan.

Namun usai laga, pemain tersebut harus kembali ke kampung halaman setelah menerima kabar dari keluarga di Ambon terkait musibah kecelakaan yang menimpa anggota keluarganya.

“Karena kondisi tersebut, pemain yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pertandingan, kami kemudian berkoordinasi dengan ofisial, pemerintah desa, serta panitia penyelenggara untuk melakukan pergantian penjaga gawang,”jelasnya.

Daryanto mengaku, hasil koordinasi dan panitia memperbolehkan pergantian pemain. Sehingga Tim Batas Kota FC menggunakan penjaga gawang pengganti di pertandingan selanjutnya, termasuk saat menghadapi Pastina.

Daryanto menegaskan, seluruh proses pergantian pemain telah diketahui dan setujui panitia dan bahkan panitia menyatakan bahwa tidak terjadi pelanggaran karena yang dilakukan hanyalah pergantian pemain, bukan penambahan pemain baru.

Tambah Daryanto, ia menyoroti mekanisme pengajuan keberatan yang telah disepakati dalam technical meeting. Berdasarkan aturan tersebut, pengajuan protes atau keberatan hanya dapat dilakukan dalam waktu maksimal dua jam setelah pertandingan.

“Keberatan yang disampaikan Wai IPA FC diajukan beberapa hari setelah pertandingan, sehingga secara aturan sudah melewati batas waktu yang ditentukan,”tegasnya.

Daryanto kembali menambahkan, sebelum pertandingan di mulai Wai IPA FC mendatangi panitia untuk memprotes tiga pemain Batas Kota FC.

“Kemrin batas kota FC berhadapan dengan Wai IPA FC ada panitia datang mengatakan bahwa kurang lebih dua jam yang lalu pihak dari Wai IPA FC datang bahwa ada tiga pemain batas kota FC itu akumulasi kartu,”terangnya.

Setelah mendengar arahan panitia, Daryanto sangat menghargai Olah Raga, sehingga apapun itu keputusan panitia ia tetap menerima dengan lapang dada dan tiga pemain itu kami keluarkan dari lapangan.

“Kami berfikir tidak ada lagi protes yang lain-lain, kenapa batas kota FC sudah menang dan setelah selesai pertandingan dua hari baru kami mendengar protes dari Wai IPA FC,”Sesal Daryanto.

Kemudian, Daryanto berharap panitia penyelenggara dapat bersikap tegas dan objektif dalam menyikapi persoalan tersebut, agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan menjaga sportifitas kompetisi.

“Turnamen ini milik kita bersama di Kabupaten Kepulauan Sula. Kami berharap keputusan wasit dan panitia yang sudah ditetapkan dapat dijaga demi kelancaran pertandingan selanjutnya,”harapnya. (at)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *