SANANA – Pemerintah pusat (Pempus) melalui kementerian keuangan (kemenkeu), diduga telah menyalurkan dana tambahan penghasilan guru, tunjangan khusus dan tunjangan profesi guru (TPG) 100 persen.
Hal ini dilihat berdasarkan data website kemenkeu tahun anggaran (TA) 2024, yang diakses media ini, Rabu (12/3/2025) menyebutkan, rincian dana tambahan penghasilan guru ASN daerah sebesar Rp 570 juta dan direalisasi 100 persen.
Dana tunjangan khusus guru ASN daerah sebesar Rp 6,89 miliar dan direalisasikan 100 persen, sedangkan dana tunjangan profesi guru (TPG) ASN daerah sebesar Rp 15,23 miliar dan direalisasi 100 persen.
Anehnya, dinas pendidikan (Disdik) kabupaten kepulauan sula (Kepsul), diduga belum membayar tunjangan sertifikasi guru, masalah ini telah mendapat sorotan dari liga mahasiswa nasional untuk demolrasi (LMND-EK) Eksekutif kota sanana kepulauan sula.
“Hak-hak guru harus diberikan, karena dana tersebut diduga sudah disalurkan ke kas daerah, jika tidak diberikan bisa berdampak pada proses belajar mengajar,”kata ketua LMND-EK kepsul, Tarsan Umasugi.
Diberitakan sebelumnya, total guru PNS penerima non-sertifikasi (Nonser) atau tambahan penghasilan (Tamsil) kurang lebih 300 orang, dan ditriwulan III hanya menerima Nonser 100 orang.
Kemudian, Nonser triwulan IV 2024 kemarin hingga memasuki bulan maret 2025, Nonser triwulan ke IV tak kunjung dicairkan, dan diduga tanpa ada alasan yang jelas dari disdik kepsul.
Sedangkan, kurang lebih 300 guru penerima tunjangan nonser, jumlah ini jika diakumulasikan dana yang belum terbayar diperkirakan mencapai Rp 4 Miliar (Rp 4.000.000.000.00).
Sementara, hingga berita ini diterbitkan kepala disdik kepsul Marini Nur Ali, belum dapat dikonfirmasi media ini terkait dengan hal tersebut. (at)
























