SANANA – Pemerintah desa (Pemdes) modapia kecamatan mangoli utara kabupaten kepulauan sula (Kepsul) 2024 kemarin memasukan anggaran belanja lampu tenaga surya senilai ratusan juta, bersumber dari ABPDes tahun 2024.
Anggaran tersebut termuat dalam dokumen rencana anggaran biaya (RAB) tahun anggaran (TA) 2024. Didalam dokumen RAB telah termuat belanja lampu tenaga surya 8 unit dan satu yunit Rp 23 juta, jika diakumulasikan mencapai Rp 184 juta.
Warga yang mengetahui ada anggaran belanja lampu tenaga surya mulai mempertanyakan kejelasan anggaran Rp 184 juta tersebut, mengingat harusnya pengadaan ini sudah direalisasikan sesuai waktu yang ditetapkan dalam RAB, yakni 3 bulan.
Sebab, hingga memasuki bulan ke dua 2025 tidak ada satupun lampu tenaga surya terpasang di desa modapia. Karena anggaran belanja lampu tenaga surya diduga sudah dicarikan 100 persen. Namun, anehnya tidak ada lampu jalan yang terpasang.
Olehnya itu, mereka meminta Pj kepala desa modapia Hairola Umasugi, agar mengedepankan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa kepada masyarakat.
Mirisnya, anggaran belanja 8 unit lampu tenaga surya dengan nilai Rp 184 juta, diduga kuat dikelola oknum ketua komite nasional pemuda indonesia (KNPI) inisal RU.
“Pencairan anggaran belanja lampu tenaga surya, RU diduga mengambil uang dari bendahara desa untuk belanja, tetapi sampai saat ini barangnya tidak ada, dan uangnya diduga habis digunakan,”kata warga desa modapia, Raski Soamole, Selasa (18/2/2025).
Terpisah ketua komisi I DPRD kepulauan sula, Julkifli Umagap menegaskan, jika pengelolaan keuangan desa tidak transparan dan dapat merugikan masyarakat, kades dan bendahara desa akan diusut dan ditindak lanjuti ke aparat penegak hukum (APH).
“Bagi yang merugikan masyarakat, dakan diusut dan ditindak lanjuti ke penegak hukum,”tegasnya.
Sementara, Pj kades modapia Hairola Umasugi dan Bendes modapia Abdilah Umasugi sampai berita ini diterbitkan belum dapat dikonfirmasi.
Sementara, oknum ketua KNPI kepsul inisial RU pun belum dapat dikonfirmasi terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam masalah tersebut. (red)
























