SANANA – Dinas pendidikan (Disdik) kabupaten kepulauan sula (Kepsul), diduga belum membayar tunjangan non-sertifikasi (Nonser) atau tambahan penghasilan (Tamsil) dua triwulan di tahun 2024.
Salah satu guru penerima tunjangan Nonser yang tidak mau namanya dirilis dalam berita, Selasa (11/3/2025) mengatakan, kurang lebih 300 orang guru di Kepsul belum menerima tunjangan Nonser.
“2024 kemarin nonser yang terbayar hanya dua triwulan, sedangkan triwulan III yang terbayar 100 orang, triwulan IV tidak terbayar hingga saat ini, dan guru pemerima tunjangan nonser kurang lebih 300 orang,”katanya.
Sumber itu mengaku, Nonser 2024 kemarin hanya terbayar ful di dua triwulan. Namun, triwulan ke III yang terbayar hanya 100 orang guru, sedangkan triwulan IV tidak terbayar.
Lanjut sumber itu, kurang lebih 300 guru penerima tunjangan nonser, jumlah ini jika diakumulasikan dana yang belum terbayar diperkirakan mencapai Rp 4 Miliar (Rp 4.000.000.000.00).
“Nilai uang nonser yang diterima masing-masing guru berbeda-beda, tergantung pada besaran gaji pokok pegawai penerima nonser tersebut,”ucapnya.
Sementara, kepala disdik kepulauan sula Marini Nur Ali, sampai berita diturunkan belum dapat dikonfirmasi, terkait dengan tunggakan pembayaran tunjangan non-sertifikasi tersebut. (at)
























