SANANA – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga telah meluncurkan anggaran sebesar Rp 9 Miliar lebih secara bertahap untuk proyek pembangunan Islamic Center.
Tahap pertama 2022 lalu proyek pembangunan Islamic Center dikerjakan oleh perusahan CV. Ira Tunggal Bega melalui APBD dengan nilai Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta).
Dan tahap kedua dikerjakan oleh perusahan CV. Ganda Putri Utama menggunakan APBD 2023 senilai Rp 2000.000.000,00 (dua miliar).
Kemudian, 2024 kemarin kembali dikerjakan oleh CV. Rinni Jaya menggunakan APBD 2024 dengan nilai sebesar Rp 5.820.000.000,00 (lima miliar delapan ratus dua puluh juta).
Jika diakumulasikan proyek pembangunan Islamic Center diduga menghabiskan anggaran Rp 9 Miliar lebih. Ironisnya, proyek pembangunan Islamic Center tersebut hingga memasuki 2026 tak kunjung rampung.
Hal ini bikin sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Sula Alfareja Sangadji merasa geram, sehingga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk membidik proyek pembangunan Islamic Center tersebut.
“APH diminta bidik proyek Islamic Center, karena pekerjaan itu diduga telah menghabiskan anggaran Rp 9 miliar lebih, tetapi sampai saat ini (2026-red) tak kunjung rampung,”pinta pria yang akrab disapa Eja, Minggu (05/04/2026).
Eja bilang, proyek pembangunan Islamic Center yang tak kunjung rampung sangat berdampak pada perkembangan pembangunan di Kepulauan Sula. (at)
























