Tutup Iklan ini
Gambar
Berita

3 Pejuang Kemerdekaan Asal Kepulauan Sula Nyaris Tak Diakui, Pernah Jadi Tawanan Belanda

96
×

3 Pejuang Kemerdekaan Asal Kepulauan Sula Nyaris Tak Diakui, Pernah Jadi Tawanan Belanda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SANANA – Dalam catatan sejarah kemerdekaan indonesia banyak kisah perjuangan pejuang yang berdiri dengan gagah berani dan tekad. Namun seiring berjalannya waktu mereka nyaris terlupakan.

Seperti kisah Mala Bin Tena, Abdurrahim Mala dan Saadola Mala, ketiga pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia ini berasal dari Desa Fat Iba Kecamatan Sanana yang sekarang menjadi Kecamatan Sulabesi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Example 300x600

Ketiga pejuang asal Kabupaten Kepulauan Sula ini pernah melakukan perlawanan melawan Belanda pada tahun 1926, setelah melakukan perlawanan melawan Belanda. Perlawanan mereka sampai ke telinga Belanda.

Shingga mereka bertiga ditangkap Belanda dan ditawan ditiga tempat secara berpindah-pindah. Yakni Banda Neira, Manokwari dan di Boven Digoel bersama Moh. Hatta.

Mereka bertiga juga dianugerahi penghargaan oleh Pemerintah Hindia Belanda dan Jepang serta lencana Bintang Gerilya serta buki riwayat perjuangan mereka.

Selengkapnya bisa dibaca pada artikel selanjutnya tentang, Tiga Pahlawan Dari Sula Yang Terlupakan.

Keterlibatan ketiga pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia asal Kabupaten Kepulauan Sula ini diterangkan dalam dokumen yang dikirim Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Kantor Departemen Sosial tahun 1999 tertanggal 20 juli 1999.

Dengan tujuan meminta kepala desa Fat Iba mengeluarkan surat keterangan atas ketiga warga tersebut dengan nomor surat: 233/K/UKS/3/VII/99.

Berkas sejarah perjuangan ketiga pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia ini sekarang telah dimasukkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepulauan Sula ditindaklanjuti.

“Sebagai keluarga, kami hanya melanjutkan upaya pemerintah kecamatan Sanana dan pemerintah kabupaten Maluku Utara melalui departemen sosial pada 27 tahun lalu, terhitung dari tahun 1999- sekarang,” kata Maulana Usia, selaku keturunan salah satu pejuang Kemerdekaan Mala Bin Tena.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepulauan Sula Rifai Haitami membenarkan, telah menerima dokumen sejarah perjuangan tiga putra terbaik asal Kepulauan Sula.

Ternyata, kata Rifai, ketiga putra tersebut terlibat dalam pergerakan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia dan diasingkan oleh Belanda.

“Kami telah menerima berkas sejarah perjuangan 3 tokoh dari Sula, dan akan kami teruskan ke dinas Sosial provinsi untuk diperiksa, jika ada data yang dibutuhkan, kami juga akan berupaya untuk melengkapi melalui informasi dari pihak-pihak tertentu,”terang Rifai. (at)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *