SANANA – Salah satu warga Desa WaIloba Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Samsudin Teapon, Sabtu (08/11/2025) mendatangi perusahan sekaligus mengancam karyawan.
Peristiwa itu diceritakan langsung salah satu karyawan Jailan Waisale saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (09/11/2025). Dimana, kata Jailan Samsudin Teapon mendatangi perusahan dengan membawa sebilah parang dan sensor.
“Saya ada dalam alat berat (loader-red) apabila saya lanjut bekerja dia (Samsudin red) potong saya, kejadian sekitar pukul 04.00 WIT,”kata karyawan perusahan Jailan Waisale.
Jalian mengaku, peristiwa itu terjadi sekira pukul 04.00 WIT, kata Jailan, Samsudin bahkan mengeluarkan kata-kata seperti lebih baik saling baku bunuh, sebab meninggal hari ini sama halnya meninggal besok.
Ancaman yang dilakukan Samsudin Teapon kepada karyawan tidak hanya dialami Jailan Waisale, hal serupa juga dialami karyawan lain, yakni Samsudin Lek dan Rusdi Tidore. “Samsudin Lek dan Rusdi Tidore lagi diancam,”terangnya Jailan.
Tindakan yang dilakukan Samsudin Tidore kini telah direspon Direktur CV. Anugerah Empat Mangoli Mandiri (AEMM) Jawal Fokaaya. Jawal bilang tindakan yang dilakukan Samsudin Tidore sangat merugikan pihak perusahan.
Olehnya itu, Jawal akan mengambil langkah tegas untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepulauan Sula, karena merugikan perusahan. “Saya akan bawa masalah ini ke polres, saya curiga masalah ini setingan,”tegas Jawal.
Jawal menambahkan, perusahan ini memilik izin yang sah dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan nomor 500.4.4.32/310/KPTS/DISHUT/2025 tentang persetujuan pemanfaatan kyu kegiatan non kehutanan (PKKNK). (at)
























